Gunung Prau via dieng

by - Januari 24, 2018

prau via dieng


Gunung prau via dieng merupakan jalur pendakian yang relatif landai dibanding dengan jalur lainnya. Prau via dieng menjadi pendakian pertama putri sulung kami. 

Pergilah yang jauh selagi lajang. Karna kalau sudah menikah. Pergi ke warung depan rumah aja harus cepet pulang. Hihi. Lucu juga yang bikin quote ini. Tapi ternyata ga berlaku buat saya. Karna kalo pergi jauh2 kita biasa pergi serombongan keluarga .

Kesampean. Liburan januari 2018 mendaki  gunung prau. Destinasi yang kami pilih karna putri sulung kami batal mendaki bareng temen2nya pertengahan desember kemarin. Jadi deh kita naek bertiga, saya, suami dan si sulung, ditemani seorang tour guide.

Berangkat dari jati asih bekasi selatan  selepas shalat shubuh. Perkiraan sekitar 8 jam kalau lancar kita udah sampai wonosobo. Jawa tengah. Di seling istirahat, sholat dzuhur.dan makan siang di bumiayu, akhirnya kami sekeluarga sampai di kota wonosobo persis adzan ashar waktu setempat, sekitar pukul.15.00. Di sambut gerimis, dinginnya kota wonosobo menambah nikmat semangkuk mie ongklok. Kuliner khas kota ini.


dieng wonosobo
Lanjut, perjalanan.wonosobo dieng butuh sekitar 1 jam lagi, jalur yang terus berkelok dan mendaki, kabut turun begitu tebalnya. Extra hati2 karna jarak pandang menjadi sangat pendek .

Alhamdulillah. Sekitar pukul 16.30 kami sampai di dieng. Desa tertinggi di pulau jawa. dataran dieng ketinggian rata ratanya adalah 2000 meter diatas permukaan laut. Dataran kedua tertinggi yang berpenghuni setelah nepal. Suhu ketika itu berkisar antara 10 sd 13 derajat celcius. Lebih hangat dibanding ketika kami pertama kali datang ketempat ini. Desember 2014. Dibawah 10 derajat celcius.dan suhu bisa mencapai 0 derajat celcius di antara bulan juli dan agustus.

Bisa dipastikan yang terpasang di rumah2 dan penginapan di sini adalah water heater dan tungku2 penghangat ruangan. nggak ada air conditioner

Kedatangan kami.disambut tour guide yang pernah mengantar kami.keliling dieng di tahun 2014 lalu, selesai mengantar kami.ke.penginapan. mengatur rencana pendakian gunung prau di.esok paginya. 

prau via dieng
Rabu, 3 januari 2018. Kami memulai pendakian pukul 3 dini hari. gunung dengan ketinggian 2565 mdpl.ada 3 jalur pendakian yang paling dikenal. yaitu, patak banteng, dieng dan  kali lembu, kami memilih jalur pendakian via dieng , selain ingin berlibur di desa dieng, jalur ini cukup landai dibanding yang lainnya. Jalur petak banteng adalah jalur yang paling diminati para pendaki, jalur yang  dikenal curam namun terbilang lebih pendek. 

berharap mendapatkan moment golden sunrise. Gerbang pendakian prau jalur dieng memang cuma sekitar 5 menit dari penginapan kami. Ditemani seorang tour guide dan seorang pendaki lagi. Tamu tour guide kami yang hari itu kosong jadwal.

Dari gerbang kami menuju pos 1. Medan yang masih tergolong ramah kami tempuh sekitar 20 menit. Semangat 45 menemukan golden sunrise membuat kami  Kehabisan tenaga, ngos2an, dan butuh istirahat agak lama. Buat atur nafas, mendaki di malam.hari memang punya nilai plus karna badan nggak basah sama keringet. Tapi kami harus rebutan oksigen sama tumbuhan disekitar jalur yang membuat nafas pendek dan cepat haus.

Selesai istirahat di pos 1 kami lanjutkan perjalanan, jalur mulai mendaki terjal. nggak bisa ngebut. Banyak akar pohon pinus dan bebatuan. Pasrah. Menit terus berjalan. Antara pengen banget dapet sunrise di puncak sana, tapi nggak diimbangi dengan kecepatan langkah. Sesekali berhenti istirahat untuk kembali mengatur nafas dan sekedar membasahi tenggorokan. Dan akhirnya kami sholat shubuh di pos 2.  Kalau mau mendaki malam, pastikan untuk  membawa air lebih untuk berwudhu, selain buat minum tentunya.Foto bulan ini kami ambil selepas sholat shubuh di pos 2.



Pos 2 ke pos 3. Ini jalur terberat pendakian prau via dieng. Jalurnya sendiri nggak  panjang, tapi karna terjal cukup menyita waktu, bebatuan  dan ketinggian yang lumayan membuat langkah lebih hati2. bersyukur cuaca cerah dan nggak habis hujan, sehingga jalur nggak licin.


prau via dieng

prau via dieng

Tibalah di pos 3, langit sudah berubah warna. Pupus harapan dapat golden sunrise di puncak prau. Heu heu. Gapapa. Bisa sampai dipuncaknya aja, udah bersyukur Alhamdulillah. Allah masih kasih kesempatan olah raga plus tafakur alam. Jadi, kalau nggak mau bermalam di puncak untuk dapat golden sunrise, lewat jalur ini pendakian sebaiknya dimulai jam 1 dini hari, biar nggak terburu buru dan cukup istirahat.

Sampai di pos 3 udah berasa lega, tinggal bonus bisa menikmati pemandangan yang indah diatas sana, jalur yang datar, padang
prau via dieng
savana dan bukit teletubbies terhampar sejauh mata memandang. Seperti hilang lelah kami terbayar. barisan rumput kering ketika kami sampai di padang savana. bunga keabadian edelweis hanya kami dapatkan di sepanjang jalur pendakian.

Alhamdulillah, MasyaAllah, Allahu Akbar. Niat kami mentafakuri ciptaanNya disini tercapai sudah.Terima kasih Yaa Allah, kami masih diberikan nikmat sehat sehingga bisa sampai disini. Nikmat islam dan iman, sehingga bisa memuji kebesaranMu. Terus menyusuri jalan datar sepanjang savana. Sebentar mendaki bukit2 teletubbies. Untuk menikmati  pemandangan dan barisan awan.

Kalau bukan karna nikmatMu. Tak kan pernah kami sampai disini. Kalau bukan karna karuniaMu, tak kan pernah kami merasa bersyukur seperti ini, Alhamdulillahirobbilalamin.

prau via dieng


menikmati satu cup mie instant di puncak prau jadi kenikmatan yang luar biasa. di hempas angin yang berhembus kami berusaha menjaga api agar tetap menyala. mateng nggak mateng. enak rasanya. 😁


Ada arti lain yang tercatat dari perjalanan ini 

Jika Kau yakin diujung pendakian ada pemandangan yang indah. Pastinya segala aral rintang. Tak dirasa jadi masalah. Jika kau yakin ujung dari pencarianmu adalah ridha Nya tentu segala coba, ujian dan masalah akan dianggap sebagai warna. Agar lengkap lukisan kehidupan kita garap


prau via dieng. bisa menjadi alternatif pilihan liburan keluarga. melepas penat, mentafakuri ciptaanNya. semoga kita menjadi insan yang pandai bersyukur pada akhirnya.

prau 3 januari 2018

You May Also Like

6 komentar

  1. Subhanallah bisa pergi kesana yah. Jd pengen pergi bareng di guide ama Ari 💕

    BalasHapus
  2. Hayuu aah. Di jamin rame, mendaki bareng dirimu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik Asyik Insya Allah nanti yah pas pulkam ❤
      Lanjut terus nulisnya yah umi. Jd nambah ilmu dan jg tahu tempat2 yg lainnya

      Hapus
  3. Salah satu cara mendekatkan diri dengan Sang Pencipta memang naik gunung. Selain itu juga bisa mendidik kita utk sabar dan pantang menyerah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terasa kecil, diantara ciptaan Allah. Menjadi pribadi yang gigih memperjuangkan harapan.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus