Setiap Anak Istimewa

by - Maret 13, 2018





Kamu bukanlah juara kelas, dengan deretan nilai akademik diatas rata - rata,  juga tak piawai menari diatas panggung hingga punya banyak koleksi piala,  Kamu adalah gadis kecil yang mudah bergaul,  dan senantiasa menjawab "iya,  ummi" ketika aku meminta sesuatu padamu. Tapi setiap anak istimewa, begitu juga dirimu  

Proses kelahiranmu yang istimewa

Kelahiranmu adalah anugrah buat Kami.  Ummi,  Abah dan Kakakmu Zahrah.  Jarak yang berdekatan diantara kalian berdua membuat banyak orang menyangka kalian adalah anak kembar karna seringnya Ummi membelikan baju senada dengan ukuran berbeda.  Dramatis detik -  detik kelahirkanmu sebenarnya campur tawa yang jadi cerita lucu buat dikenang.  Pagi itu udah terasa kalau kamu sepertinya  kepengen keluar lihat matahari,  tapi Ummi membiarkan Abah berangkat kerja dan berusaha sesantai mungkin.  Walhasil mendekati Dzuhur doronganmu untuk segera keluar makin kuat,  diantar tetangga dan balitanya yang nggak mau ketinggalan,  dan kakakmu zahra yang ketika itu baru berusia 2,5 tahun.  naek becak ke bidan tempat kamu rutin di periksakan.  Kebayang deh,  umpel - umpelan berempat di becak.  

"Nge rem baaaang,  depan polduuur,  bawa orang mau lahiran ini" teriak tetanggaku yang ikutan ngilu.  Si Abang becak dengan santainya baru nurunin gigi ke gigi 1 deket - deket poldur.  Hahaha nggak tau tadinya gigi berapa.  Abahmu datang ba'da shalat jumat di tempat beraktifitasnya cipayung,  Jakarta Timur.  Dan kamu lahir dengan selamat persis adzan Ashar berkumandang di wilayah rawa bebek dan sekitarnya.  Alhamdulillah.  Peristiwa dramatisnya adalah ari - ari mu nggak keluar berbarengan,  setengah jam kemudian baru berhasil dikeluarkan dengan normal,  selamat deh,  cukup di bidan aja proses lahirmu.


Masa kecil di berbagai tempat

Putih bersih kulitmu membuat sebagian tetangga menyematkan panggilan amoy buatmu,  atau kalau lagi bermain sendiri diluaran banyak yang bertanya "anak siapa ini? " haha masih mikir warna kulit siapa yang mirip dengan warna kulitmu.  Menghabiskan sebagian masa kecil di Rawa Bebek, Bekasi Barat  pindah ke Jati Asih,  Bekasi Selatan di usia 4 tahun dan menghabiskan 2 tahun masa Sekolah Dasar hingga lulus  di Cempaka Putih,  Jakarta Pusat. 

Pelajaran Lewat Hadirmu

Lepas SD,  mencoba test di beberapa pondok tahfidz,  dengan metode test yang rata - rata dibuat  untuk mereka yang sudah terbiasa menghafal,  dan akhirnya diterima di Rumah Quran Mulia,  Tempat yang bukan saja membuat dirimu banyak berubah,  tapi juga kami,  Orang Tua,  Kakak, Adik,  Om Tante dan sepupu - sepupumu.  Sebuah Tempat yang tak hanya mentargetkan hafalan,  tapi lebih kepada akhlak para santrinya.  Apalah artinya hafalan yang tidak dibarengi dengan nilai - nilai didalamnya yang teraplikasikan dalam bentuk akhlak dan amal nyata. Belajarlah kami semua,  menyamakan langkah,  dan laku hanya yang sesuai dengan panduan Quran.  Ringan rasanya karna kami sekeluarga berada dalam satu visi dan misi yang sama, Alquran sebagai peta menuju jalan keabadian. 

Semua lembaga Pendidikan pasti punya plus minus nya tersendiri,  demikian juga lembaga tahfidz tempatmu mondok.  Rumah yang tidak hanya menginginkan perubahan pada diri anak didiknya tapi juga keluarganya secara utuh, begitu terasa berbeda karna satu keluarga menjalankan program yang sama,  bukan anak - anaknya saja atau orang tuanya saja,  umumnya lembaga yang mendidik anak - anak tahfidz tak mewajibkan orang tuanya ikut serta dalam program yang sama,   Halaqoh - halaqoh Quran menjadi hal yang selalu dirindukan,  Mabit 3 bulanan jadi charger ruhiah yang diadakan berkala,  dan Itikaf di 10 hari terakhir  Ramadhan selain menjalankan sunah di bulan Ramadhan juga  menjadi ajang silaturahmi keluarga -keluarga dari seluruh indonesia.  Sekuat -  kuat ikatan adalah ikatan karna Allah semata.  Mindset masuk syurga sekeluarga menjadi kerja bareng yang menyenangkan. 

Bukan tanpa halangan dirimu bertahan di pondok ini,  keinginan untuk menikmati keleluasaan yang lebih diluar sana pernah menggoda untuk keluar dari komunitas orang - orang sholeh di sekelilingmu. Kami berusaha memaklumi itu semua,  usiamu ketika itu belum genap 12 tahun.  Alhamdulillah masa - masa berat itu terlewati dengan baik ,  dan berubah menjadi rasa syukur tak terhingga  Allah kumpulkan dirimu dengan orang - orang Sholeh yang senantiasa mempelajari keutamaan Al Qur'an.  Kesabaran pembimbingmu,  akan senantiasa terekam baik dalam memori.  Kalian saling mensupport,  menguatkan,  menyemangati,  diujung jalan yang harus dilewati penuh kesabaran,  keikhalasan dan pengorbanan ini ada keabadian indah yang menanti.  

Menjadi satu alasan tersendiri kenapa ummi seneng banget sama quote ini. 



Hadirmu istimewa,  Kami senantiasa belajar fokus pada kelebihan dari tiap anugerah  yang Allah titipkan,  juga dirimu,  karna bila mencari kurangnya,  tak ada habisnya.  Lewat dirimu  kami  banyak diingatkan,  disadarkan, dikumpulan dengan banyak Orang sholeh sholehah yang senantiasa saling mengingatkan akan akhirat. Orang - orang yang memuliakan Al qur'an,  menjaga betul interaksi kesehariannya dengan Al' quran.  Anak bisa menjadi pengingat bagi orang tuanya,  teman pada sahabatnya,  istri pada suaminya dan lain sebagainya. Sungguh hadirmu istimewa. 

Setiap kalian mengingatkan kami untuk terus berbenah,  nyatanya kami yang  lebih banyak belajar dari kalian,  Setiap anak istimewa.  Jadilah anak - anak sholehah,  pemberat timbangan kebaikan kedua orang tua.  Sebaik - baik simpanan. 

You May Also Like

8 komentar

  1. Aku inget anakku althaf :(,setiap anak memang istimewa, biar tidak bisa diam tapi kalau uminya sakit althaf yang perhatiannya benar-benar lebih besar ke uminya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fokus pada kelebihannya, setiap anak memang berbeda

      Hapus
  2. Subnallah Ari... terharu bacanya 🌸🌸suka dgn Quote nya itu ❤❤
    Aku copasshare boleh ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga terharu menuliskannya, berharap semua orang tua bisa melihat kelebihan setiap anaknya, monggo di share, saya juga cuma menulis ulang

      Hapus
  3. Tulisannya bagus banget.....dibangunin aja polisi tidurnya hahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha sepertinya dia masih ngantuk

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus