Camping Ground Kaliandra, Bermalam Di Tengah Riuh Suara Beruk Bercanda

by - April 30, 2018

camping ground kaliandra


Situ Gunung Park adalah sebuah kawasan wisata yang berada di jl.  Situ Gunung,  Kadudampit sukabumi Jawa Barat.  Di dalamnya terdapat Danau,  Camping Groud dan Curug,  berada diantara hutan pinus dan banyak tumbuhan lainnya,  membuat Udara di Situ Gunung Park terbilang sejuk bahkan dingin dimalam hari.  Perjalanan kali ini saya ingin mencoba berkemah setelah sejak lama sering mengunjungi kawasan ini hanya menikmati keindahan danaunya saja. 

Berangkat dari Cimanggis Depok sebelum shubuh tak juga menjamin kami terbebas dari kemacetan di jl.  Raya  Sukabumi.  Memulai perjalanan  pukul 4.00. Kami melipir Sholat Shubuh Persis di sebelah kiri pintu keluar tol ciawi,  Masjid Dzurunnain.  Masjid nyaman yang berada di areal rest area. Ternyata sudah sangat ramai jamaah bergantian meunaikan sholat shubuh disini,  Membuka hari,  mengharap Berkah. 

Lanjut usai sholat shubuh menyusuri jalur utama sukabumi.  Mulai dari Perempataan Ciawi yang sudah terbilang padat,  di shubuh gelap detak kehidupan di titik ini seperti 24 jam tak berhenti. 
Jalur Utama Sukabumi tergolong  langganan macet,  mulai dari pembangunan jembatan,  banyaknya truk kontainer,  beberapa titik pasar dan banyaknya angkot lengkap mewarnai jalur utama ini.  Di beberapa titik,  kami tetap bertemu dengan kemacetan,  meskipun sudah berangkat lebih pagi. 

Transportasi lain yang menyenangkan untuk sampai kesini  adalah kereta api  dari stasiun bogor,  turun di stasiun cisaat dan lanjut angkot sampai terminal cisaat yang letaknya menempel dengan pasar cisaat.  Dari sini lanjut angkot merah jurusan kadudampit.  angkot ini akan berhenti persis di depan polsek kadudampit.  Untuk melanjutkan sampai ke situgunung bisa meminta sang sopir mengantar dengan menambah biaya,  atau naik ojek. Bila lancar  Kurang dari 10 menit, kita  akan sampai di puntu gerbang Situ Gunung Park. 

Masih di Cisaat,  sebelum naik ke kawasan Situ Gunung Park,  kami menyempatkan mampir ke gerai kerajinan UKM Sukabumi,  Gerai yang menjual berbagai hasil kerajinan dan makanan masyarakat sekitar. 

Tibalah kami di pintu gerbang Situ Gunung  Park  jam 9 pagi.  Harga tiket masuknya sebesar 18.000 per orang ketika saya membuat tulisan ini.  Sedang ada pembangunan besar - besaran di lokasi ini.  Setiap sudutnya akan semakin dipercantik,  fasilitasnya juga terus diperbaiki.  Konon harga masuknya juga akan mengikuti,  hehe.



Objek pertama yang kami kunjungi adalah Danau,  bila dari pintu utama,  jaraknya hanya 1 km saja ke arah kiri, sesudah pintu gerbang.  Jalan  hotmik sudah selesai dibangun setengah perjalanannya, separuhnya lagi masih kumpulan batu yang tersusun rapi.   Memarkir mobil di area parkir menuju danau,  dan sedikit melanjutkan jalan kaki,  bila menggunakan motor,  bisa dibawa sampai lokasi. 

danau situ gunung


Menikmati perahu sampan yang didayung oleh 2 orang petugas,  setiap penumpang dikenakan biaya 15.000, ada juga perahu bebek dengan harga yang sama,  puas berkeliling 20 menit,  kami menikmati pemandangan di sekitar danau hingga dzuhur menjelang.  Usai Sholat di Mushalla kecil di pinggir danau perjalanan kami lanjutkan. 

Kembali ke arah pintu gerbang,  dari pintu gerbang Camping Ground yang kami tuju sekitar 300 meter an.  Camping Groud Kaliandra namanya,  luasnya 3400 m2. Daya tampungnya 400 orang. 
Sampai dilokasi kami langsung mendirikian tenda, tentu saja dengan mendaftar terlebih dahulu. Biaya menginap di Camping Ground kaliandra Situ Gunung,  29.000 rupiah per kepala diwaktu weekend dan 24.000 di hari kerja. tersedia juga beraneka paket wisata dan camping yang ditawarkan disini, pastikan anda mendaftar terlebih dahulu,  melapor keberadaan diri akan bermalam.  Demi keamanan bersama.  4 buah tenda kecil kami dirikan saling berhadapan. Saat tengah asyik mendirikan tenda, sekawanan  lutung asyik bercanda di antara dahan - dahan diatas camping ground.  Huaaa.  Terbayang rasanya,  seperti mendirikan tenda di kebun binatang.  Setelah bertanya kepada petugas keamanan setempat,  mereka tidak akan mengganggu selama kita tidak memanggil.  Hehe,  baiklah,  kami tidak akan memanggil - manggil mereka meskipun hanya sekedar untuk bermain bersama.  Tenda lanjut kami dirikan,  hitung - hitung punya pengalaman seru.   Malam ini ada beberpa rombongan yang menginap bersama kami,  ada keluarga dari Tangerang, dan  sekelompok anak sekolah yang mengadakan acara dari sekolahnya.  Sebelum tidur kami pastikan semua barang ikut masuk kedalam tenda terutama makanan,  siapa tau kawanan lutung akan turun dimalam hari.  Hahaha.  

camping ground kaliandra


Malam ini dinginnya terasa menggigit sampai ketulang meskipun suhu udara sekitar 14 derajat celcius saja.  Di tengah riuh suara sahut menyahut kawanan lutung, jangkring dan tonggeret,   kami tertidur hingga Shubuh menjelang.  Mushalla kecil di area Camping Ground Kaliandra  ini membuat kami bisa berjamaah dengan mereka yang juga sedang bermalam di tempat ini. 

Camping Groud Kaliandra terbilang nyaman,  ada mushalla dilengkapi dengan keran wudhu di sampingnya.  MCK juga sangat memadai dengan air yang melimpah,  dan satu lagi,  ada sambungan listrik yang bisa digunakan buat mengisi batere hp ataupun lampu emergency.    Istimewanya,  ada lampu tembak yang persis berada di dekat tenda yang kami dirikan.  terang benderang.  

Lampu emergency,  sejumlah power bank yang kami siapkan full batere kami bawa pulang dalam kondisi utuh.  Hehe baru sekarang  mendirikan tenda di bawah sorotan lampu tembak.  Walaupun dilengkapi dengan  tegangan listrik.  Sinyal hp di tempat ini timbul tenggelam.

camping ground kaliandra

Satu lagi yang harus di waspadai,  pacet.  Hewan kecil penghisap darah ini dua kali menhampiri tenda2 kami,  jadi pastikan,  bila mendirikan tenda di Camping Ground Kaliandra Situ Gunung,  amankan tenda dengan menabur garam disekelilingnya. 

You May Also Like

10 komentar

  1. Pacet...... Tar dulu, ngebayangin aja udah geli, btw di situ gunung ada jembatan gantung terpanjang di Indonesia bukan,infonya baru di resmikan April kemarin, mba mampir kesitu gak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, pacet sempat masuk ke tenda 2 kali, dan satu sudah nempel di kaki. Jembatan belum juga diresmikan menunggu pembangunan fasilitas lainnya selesai. Mampir. Camping ground ini cuma 100 meteran sebelum jembatan

      Hapus
  2. Untung lutungnya gak jahil yah, biasanya kan hewan spt itu suka ambil barang2, apalagi yg menarik menurut mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hampir urung buka tenda, karna di pangandaran punya pengalaman makanan kita yang ada di tangan tarik lutung. Nggak nyangka di tempat seramai ini masih banyak beruk

      Hapus
  3. Camping Ground Kaliandra, saya kira tadinya ada di Lampung eh ternyata di Sukabumi. Bagus ya tempatnya. Dan membayangkan dinginnya jadi tambah seru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus mba, bisa jalan - jalan ke danau dan curug yang indah. Fasilitas memadai, 14 derajat kemarin, entah kenapa rasanya sampai ke tulang hehe

      Hapus
  4. Tunggu saif gedean dikitlah, nanti kita juga mau kesana ah umm... Seru-seru sedap, besok pinjem tendanya yah 😂 kalau jadi 😉

    BalasHapus
  5. Hehehe. Ada yang jamin saif gede ga punya adek lagi? Pinjem tenda? Siyaap

    BalasHapus
  6. Mantap plus seruuu niih... oke, perjalanan selanjutnya kemana yaa?

    BalasHapus