Curug Leui Asih, kesejukan mandi di Curug yang dekat dari Jakarta

by - April 15, 2018


curug leui asih bogor


Setelah sekitar satu setengah tahun yang lalu mengunjungi salah satu Curug di jalur ini, Babakan Madang,  Karang Tengah,  Kabupaten Bogor,   kali ini saya mencoba mengunjungi Curug lainnya di jalur yang sama,  Curug Leui Asih,  tak banyak orang tau.  karna Curug ini tidak setenar Curug Putri Kencana atau Curug  Leui Hejo.  Curug Leui Asih adalah Curug Pertama yang akan anda temui bila melalukan perjalanan dari sentul,  letaknya di sebelah kiri jalan. 

Tidak seperti biasanya,  perjalanan kali ini saya lakukan berdua suami saja,  biasanya rombongan besar minimal dua keluarga,  melakukan perjalanan bersama rombongan besar memang lebih seru ceritanya. Perjalanan saya mulai dari Jati Asih,  Bekasi Selatan,  Jawa Barat.  Karna cuma berdua,  kami putuskan berkendara motor saja,  prakiraan 2 jam,  di seling melipir ngopi dan sarapan di perjalanan perjalanan kami tempuh selama 3 jam.  Tapi,  lama atau tidaknya sebuah perjalanan dirasa,  itu tergantung teman jalannya yaa.  Hehe. Kalau pakai kendaraan roda empat,  Curug Leui Asih dapat di tempuh dengan keluar di tol sentul selatan,  lanjut menyusuri jalan ke arah Babakan Madang,  atau lebih gampangnya ke arah Jungle Land.  Dari Gerbang Jungle Land,  ada jalan menanjak ke kanan,  disitu juga sudah ada petunjuk jalan ke arah Curug.  Kalau Lancar,  dari gerbang Jungle Land dibutuhkan waktu kurang lebih 25 menit untuk sampai di Curug Leui Asih.  Saat kami sampai,  Jalan yang menuju Curug Leui Asih masih tergolong lengang,  Jalan ini cukup sempit untuk ukuran kendaraan roda empat,  bila berpapasan dengan kendaraan roda empat lainnya,  dipastikan salah satunya harus sedikit keluar jalan aspal.  Jalan yeng terus mendaki dan berkelok,  pastikan kendaraan anda sehat dan kuat nanjak. 

Jalan lancar,  20 menit kami tempuh dari gerbang jungle land,  sampai di pintu gerbangnya,  Curug Leui Asih tergolong yang belum di kelola secara profesional,  kalau di Curug Lainnya kita akan mendapatkan karcis tanda masuk sebagai bukti pembayaran,  saat kami kesini,  hal itu belum ada. Meskipun di loket tertera 10.000 per orang.  Pengelolaan Curug Leui Asih masih dilakukan oleh warga setempat. Mobil bisa parkir tak jauh dari pintu gerbang,  sedangkan motor masih bisa lebih dekat lagi ke lokasi,  jarak dari pintu gerbang ke curug sekitar 300 meter, jalan setapak,  di kanan kirinya masih banyak rumah warga.  Menyusuri jalan setapak menggunakan motor perlu ekstra hati - hati.

curug leui asih bogor


Sampailah kami di Curug Leui  Asih,  Curug Utamanya berada di sebelah kanan tangga turun yang kami susuri,  ada area yang luas dengan kedalaman sedengkul orang dewasa yang aman dan nyaman untuk bermain anak - anak.  Di pinggir - pinggir aliran sungai terdapat saung - saung yang cukup luas untuk menaruh barang bawaan dan perbekalan,  meskipun tertera tulisan sewa saung 15.000, sang pemilik warung menggratiskannya buat saya.  


curug leui asih bogor


Menyusuri aliran air ke arah Curug Utamanya,  kedalamannya mencapai dada orang dewasa,  warna warni indah air yang dihasilkan berasal dari perpaduan bayangan pohon  yang tumbuh di kanan kiri aliran air dan cahaya matahari yang sempurna mencapai dasar dan bebatuan.  Hijau dan Orange. 
Mengabadikan gambar di beberpa titik,  saya kembali ke areal yang luas,  tempat beberapa anak kecil asyik bermain bola di atas genangan air,  kebayang serunya.  Ada view sawah penduduk disana,  sebagian saung yang tengah di bangunpun berdekatan dengan sawah - sawah penduduk.  Ada turis manca negara dan penduduk setempat yang asyik membuka perbekalan di saung dekat sawah penduduk ketika saya mengambil gambar dengan latar belakang sawah. 


curug leui asih bogor

Puas bermain air dan mengambil gambar,  saya bersiap mencari tempat bilas,  sayangnya,  area bilas di tempat ini masih sangat kurang memadai.  Semoga kedepannya lebih baik lagi. 
Mendekati Dzuhur kami meninggalkan Curug Leui Asih,  menyusuri jalan turun ke sentul,  lalu lintas luar biasa ramai,  kendaraan roda empat jumlahnya luar biasa banyak hari ini,  macet parah membuat pengendara motorpun harus ikut antri.  Jalan ini jauh lebih baik dari ketika saya datang satu setengah tahun lalu,  meskipun masih banyak bagian yang rusak,  sebagian besar sudah di perbaiki,  ketidakmungkinan menambah lebar jalan membuat kemacetan luar biasa seperti ketika saya hendak turun kali ini. 

curug leui asih bogor

Curug Leui Asih bisa jadi alternatif yang mengasyikan buat menghabiskan liburan karna jaraknya yang cukup dekat dari jakarta,  catatannya kamar bilas di perbanyak dan di buat layak,  dan akses menuju lokasi yang rawan macet karna sempit  membuat sebagian besar traveller memilih bermotor ria seperti saya.

You May Also Like

10 komentar

  1. Mba ? Disana banyak pungli gak,pengalaman saya kalau curug2 di Bogor. Banyak sekali punglinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak Mas, bener bener baru dikelola warga setempat, kanan kiri sesudah gerbang masukpun padat rumah penduduk. Beberapa Curug lainnya di jalur ini malah sudah pakai retribusi resmi, saat saya kesini kamar bilasnya masih kurang banget.

      Hapus
  2. Wih, saya kok baru tau yah di sini ada curug. Biasanya kalo masih dikelola warga panoramanya pasti sangat alami ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya lebih dari 10, yang sudah dikelola dengan baik ada curug putri kencana dan leui hejo yang view nya jauh lebih indah, Kalau bawa kendaraan roda 4 harus ekstra sabar.

      Hapus
  3. Wah, bisa jadi favorit warga Jakarta buat ngadem ni.. hehe

    BalasHapus
  4. Iya mas, banyak alternatif di jalur ini, dekat dan terjangkau

    BalasHapus
  5. Akses masuknya udah rapi, airnya bening, dan kayaknya masih sepi ya mbak? Boleh nih buat alternatif jalan-jalan.

    BalasHapus
  6. Akses masuk udah rapih, ini curug paling sepi yang pernah saya kunjungi di jalur ini, semakin ke atas di jalur ini, curugnya semakin indah dan fasilitasnya memadai

    BalasHapus
  7. wahh baru tau ada curug leui asih.. saya pernah ke curug leui hijo dan barong sih.. suka sama jernihnya air dan alam yang masih asri..
    gak suka ama preman punglinyaa.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Leui Asih curug pertama yang bakal kita temui di jalur yang sama mba, letaknya di kiri jalan

      Hapus