Curug Sawer, Magnet Mempesona Di Situ Gunung Park Sukabumi

by - Mei 28, 2018


curug sawer



Menghabiskan waktu liburan dengan pergi ke tempat - tempat wisata yang alami merupakan kesenangan tersendiri buat kami sekeluarga,  kali ini tujuan kami adalah Curug Sawer,  Situ Gunung Sukabumi Jawa Barat. 

Curug Sawer yang berada di kawasan Situ Gunung Park,  Jl Situ Gunung,  Sukabumi Jawa Barat ini menjadi magnet tersendiri untuk wisatawan berkunjung ke kawasan ini,  saya mendapati pengunjung dari segala usia sampai di Curung ini,  mulai balita hingga manula. karcis tanda masuk ke Situ Gunung Park di bandrol 16.000 per orang pada weekday dan 18.000 per orang saat weekend.

Kami memulai perjalanan ke Curug Sawer pagi hari pukul 06.00 dari Camping Ground Kaliandra.  Jarak antara camping ground sampai ke curug sawer tertera 1 km.  Tak jauh dari tempat kami mendirikan tenda tengah di bangun sebuah jembatan gantung yang menuju ke Curug Sawer,  bila melalui jembatan ini diperkirakan hanya membutuhkan waktu  kurang dari  10 menit untuk sampai di ujungnya.

Jembatan ini sendiri telah rampung pengerjaannya, juga sudah dilakukan uji coba 100 orang menaiki jembatan ini bersamaan, tutur seorang pekerja yang tengah mempercantik bangunan toilet persis di sebelah kiri pintu masuk jembatan, hanya saja belum diresmikan, menunggu semua fasilitas penunjang lainnya selesai di garap. Ketika saya berkunjung ke tempat ini banyak pekerja yang sedang mengerjakan beberapa fasilitas penunjang, diantaranya akan ada semacam balkon melayang atau balkon gantung yang letaknya persis sebelum jembatan bila kita datang dari arah pintu gerbang utama. Jalan dari pintu utama sampai ke jembatan ini juga akan di buat hotmik, tentu saja semuanya untuk memudahkan menjangkau keindahan curug sawer yang mempesona. Tapi terselip sedih, kalau saja tempat ini hilang keasriannya. 





Kami melalui jalur utama ke curug sawer,  perjalanan yang mendaki dan menurun menambah seringnya terdengar lafadz takbir dan tahlil.  Sisa hujan semalam membuat jalur masih basah,  menginjak batu atau akar licin terasa,  menginjak tanah becek,  menginjak rumput takut pacet,  terus injak apa dong?  Hehe bukan traveller kalo balik lagi ke camping ground yaa.  Nikmati aja. 


curug sawer
jalur ke curug sawer

Tanjakan dan turunan yang terbilang lumayan membuat kami istirahat sebentar sekedar mengatur nafas dan membasahi tenggorokan.  Suara air terjun menggoda kami mempercepat langkah.
Tibalah di tempat yang kami tuju,  Allahu Akbar.  Air terjun,  waterfall,  curug,  atau apalah namanya,  yang ada dihadapan kami begitu indahnya.  Mengabadikan gambar dari setiap sudutnya, kami menghabiskan waktu 30 menit lamanya untuk sampai disini. Ketika kami sampai di tempat ini sudah banyak pedagang mie instant dan minuman ringan di area curug.  Kalau kami sudah sepagi itu berjalan dari camping ground,  jam berapa mereka memulai perjalanannya?  Hehehe nggak usah di jawab,  nggak dapat hadiah juga. Mereka berpagi - pagi mencari rejeki. 

curug sawer
Mandi di curug sawer

Areal curug masih terbilang sepi ketika kami sampai disini.  Sehingga kami leluasa mengabadikan pemandangan dari tiap sudutnya.  Sebentar kemudian mencoba menikmati dinginnya air curug sawer.  Tak kuat lama,  rasanya seperti mencelubkan kaki ke bongkahan es,  kaki yang masuk air,  gigi - gerigi yang ikut bergemerutuk.  Mungkin karna hari masih terlalu pagi.  Sepertinya,  agak siang sedikit ada hangat sinar matahari sampai kesini. 

Lagi - lagi,  waspada pada binatang pacet,  ketika asyik berfoto dengan latar belakang curug,  saya mendapati sela jari saya  dengan cukup darah keluar,  nggak terasa dimana binatang itu tadi menempel. 

Ruang bilas di area ini cukup memadai,  kecukupan air?  Tentu saja.  Sedang di bangun areal restoran pensis di depan curug sawer,  posisinya diatas seperti melayang,  sehingga bila kelak makan diatasnya pandangan mata akan dimanjakan dengan aneka view yang indah untuk spot berfoto nantinya.  Semua fasilitas penunjang ini rencananya akan rampung tahun ini, terbayang bila restoran diatas awan persis di depan Curug Sawer selesai dibangun, para pedagang kecil akan semakin terpinggirkan. eh, Rizki manusia nggak akan ketuker yaa. sudah ada yang menjamin. 

Puas bermain air,  bilas dan menikmati kopi hangat yang kami beli dari pedagang di tempat ini.  Kamipun kembali ke camping ground.  Sebenarnya ada jalan lain bila kami tak mau atau lelah melalu jalur utama tadi,  ada pangkalan ojek 100 meter dekat sini yang akan mengantar kita ke pintu gerbang utama situ gunung park.  Kami memutuskan kembali lewat jalur utama, kembali jalan kaki. 

Menuruni dan mendaki jalan kembali ke camping ground,  ternyata sudah cukup banyak pengunjung berdatangan,  sesekali berpapasan dengan sesama pejalan kaki,  dan mereka menanyakan masih jauhkah?  Seperti biasa,  kita akan saling menyemangati.  Keindahan Curug Sawer menjadi magnet tersendiri dikawasan situ gunung,  sukabumi jawa barat. 

Ciptaan Sempurna yang maha kuasa,  memandangnya pertama kali,  melafadzkan takbir berkali kali, bukti pengakuan pada kebesaranNya.  Semoga cinta kami pada yang menciptakannya semakin terpatri. 

You May Also Like

4 komentar

  1. Boleh saja dibangun fasilitas pendukung, asal kesan alaminya masih tetap terasa. Seneng banget yah, pagi2 udah sampai di curug, jadi foto2nya bisa puas dan gak bocor hehehehe

    BalasHapus
  2. Hehe beneran, sekitar jam 8 turun ke camping ground, banyak berpapasan dengan rombongan keluarga dan sekolah

    BalasHapus
  3. paling enak buat ke tempat kaya gini ya pagi2, udaranya masih seger dan belum banyak orang :D nice share :)

    BalasHapus
  4. Iya mbak. Enak pagi, cuma sepertinya kalau agak siang airnya nggak se dingin ketika kami sampai. Terima kasih komentarnya 😊

    BalasHapus