10 Malam Terakhir Ramadhan, Puncak Rindu hamba yang berharap do'anya di Ijabah

by - Juni 26, 2018





Menghabiskan 10 hari terakhir dengan berdiam di masjid menjadi rutinitas kami sekeluarga 3 tahun belakangan , tepatnya  sejak putri kedua kami mondok di Rumah Quran Mulia Cileungsi  Sebelumnya,kami hanya mendatangi masjid - masjid yang menyelenggarakan shalat malam di malam - malam ganjil saja.  Itikaf kali ini bertempat di Masjid At Taqwa Bumianggara, Bekasi Timur. 

Itikaf, Sunah yang Rosululloh SAW kerjakan di penghujung Ramadhan nyatanya memberikan dampak yang luar biasa. Seperi mengisi batere iman, bekal perjalanan sebelas bulan di depan. 

Jangan bayangkan kenyamanan disini, kita akan dituntut banyak berbagi, berbagi tempat tidur dengan peserta lain, berbagi makanan, berbagi jatah kamar mandi dan lain sebagainya. antri panjang di depan kamar mandi di jam  bersih -  besih menjadi hal yang lumrah. Suasana yang nggak mungkin ditemukan di rumah. So ? nikmati saja. Rasanya nggak bisa diceritain, cuma bisa dicobain. nahan mules, WC full, kadang rasanya sampai hilang lagi, hehehe. Tapi di jam - jam tertentu ada kosongnya juga, sampai ibu - ibu bisa nyuci baju sambil ngobrol mirip di kali. 

Kehabisan air terjadi di hari - hari pertama kami disini. Di jam - jam kritis, 200 kran terbuka secara berbarengan, maklum saja jumlah kami kisaran 500 orang, Wajarlah dibanding tarikan pompa, tentu jumlah yang dikeluarkan tak berimbang, sampai akhirnya ada penambahan torn dan setiap pagi kedatangan mobil tangki air khusus untuk acara ini. aah suka meleleh mengingati kebaikan akhlak orang - orang yang begitu memuliakan tamunya. 



Itikaf sejatinya, mengajarkan kita betah berlama lama di masjid. Memaksimalkan waktu istimewa di 10 hari terakhir Ramadhan. Mengisinya hanya dengan rangkaian ibadah berkwalitas, Berburu malam Lailatul qodar yang istimewanya melebihi 1000 bulan. 

Padatnya jadwal mulai dari khataman, murojaah, mendengarkan santri yang tasmi bergantian. Kajian sendiri terbagi menjadi 3 sesi, Bada shubuh, Dhuha dan Ba'da Isya.Ngantuk dan lelah campur jadi satu kenkmatan. Alhamdulillah, tetap menjadi rutinitas yang dirindu.

kajian  hadits arbain terasa berbeda, seolah baru  mengikuti kajian demi kajian.  seperti terus saja diri minta diingatkan. sejatinya dunia memang melalaikan. Semoga Allah berikan kesempatan, hamba -hamba yang merindu Ramadhan, membersihkan diri dari dosa - dosa yang pernah diperbuat, memohon ampunan atas salah dan khilaf diwaktu - waktu yang lewat. 

Bahagianya Allah kumpulkan dengan orang - orang sholeh sholehah, Saudara muslim dari berbagai daerah di Indonesia, menghidupkan malam - malamnya, Menumpahkan segala pengaduan pada yang maha mengabulkan do'a, dan mendoakan agar Indonesia dikaruniai pemimpin yang bertaqwa menjadi pengaduan yang paling menguras air mata. 

Ramadhan seperti berlari hitungan jam. Matahari Syawal akan terbit esok pagi, Artinya, kami juga harus berpisah sampai disini. Kembali ke kampung halaman masing - masing. 

Ada rindu yang akan kami bawa pulang, seperti rindu kami pada Ramadhan, akankah Ramadhan tahun depan kita masih dipertemukan ? Semoga. 


You May Also Like

2 komentar

  1. Itu sepatu depan mesjid rapih banget ya......pake garisan ngaturnya sptnya :)

    BalasHapus
  2. Gitu deh,😁 gak mesti ada mushaf di sakumu, tapi hendaklah ada ayat di akhlakmu. Santrinya resik2

    BalasHapus