Gunung Prau Jalur Dieng Di Tanggal Cantik 18.8.18

by - Agustus 25, 2018

Gunung Prau Jalur Dieng
Puncak Gunung Prau 18.8.18


Sebagian besar pendaki pasti ketagihan untuk kembali mendaki  ke gunung - gunung selanjutnya. ini merupakan pendakian kedua  saya  ke gunung Prau, melalui jalur Dieng, Wonosobo. Setelah melakukan pendakian pertama  Januari di tahun yang sama. Pendakian kali ini istimewa karna bertepatan dengan tanggal cantik 18.8.18, persis satu hari setelah peringatan kemerdekaan 17 agustus 2018.


Letak Gunung Prau 

Gunung Prau terletak di kabupaten Batang, Kendal Wonosobo. dengan ketinggian 2590 mdpl, Gunung Prau merupakan tapal batas antara 3 kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dari 3 jalur untuk mencapai puncak Prau, jalur Dieng merupakan jalur favorit pendaki pemula. Jalurnya terbilang landai. Dan pendakian kali ini saya masih lewat jalur yang sama, Dieng. 

Berangkat dari Cimanggis Depok Jawa Barat, tanggal 17 agustus  sekitar Pukul 13.00,  Perkiraan 10 Jam sampai di Dieng, kami tempuh 12 jam dengan beberapa kali istirahat. Dan Kamipun sampai tepat jam 01.00 tengah malam. Langsung beristirahat, rencana berfoto dengan sunrise 18.8.18 musnah karna letih dan lelah di sepanjang perjalanan dan kami butuh sebentar tidur untuk memulai pendakian sesudah shubuh.


Yang perlu disiapkan bila mendaki Gunung Prau jalur Dieng di musim kemarau 


Pukul 05..30 Kami memulai pendakian, mengisi buku pendaftaran dan membayar 10.000 per orang, kali ini saya mendaki dengan 5 anggora, satu diantaranya keponakan yang berusia 6 tahun. Jalur yang tampak karna matahari sudah mulai muncul membuat kami tak memerlukan lampu penerang tambahan. cukup berbekal air dan sedikit makanan buat ngopi - ngopi di puncak sana. Keindahan pemandangan sepanjang jalur Dieng Prau kami abadikan dengan baik. Sejuk udara kali ini karna  memang bertepatan dengan puncak musim kemarau antara juli  agustus. Musim kemarau kali ini udaranya mencapai -5 derajat celcius, ujar penduduk setempat.


Gunung Prau Jalur Dieng
Istirahat di Jalur Gunung Prau via Dieng 

Puncak musim kemarau membuat jalur pendakian Gunung Prau Jalur Dieng berdebu, tanah merah di sepanjang jalannya akan menerbangkan debu bila dipijak,  siapkan masker, apalagi jalan beriringan membuat debu selalu terbang dari arah depan bekas pijakan pendaki sebelumnya. Debu yang beterbangan membuat warna baju, kamera, dan barang barang yang kami bawa berubah coklat. Berbeda bila melakukan pendakian di musim hujan, jalur berubah licin, apalagi beberapa jalur di penuhi akar yang menonjol keluar.

Air secukupnya guna menghilangkan dahaga sepanjang perjalanan, Sekedar membasahi tenggorokan. Masker dan Air merupakan hal terpenting yang wajib dibawa pada pendakian di musim kemarau.

Waktu Tempuh Normal Pendakian Gunung Prau Jalur Dieng


Waktu Tempuh yang normal bila mendaki Prau jalur Dieng adalah sekitar 2 sampai 3 jam dengan jalan santai dan tidak banyak beristirahat. Dari pintu masuk sampai menemukan Pos 1 akan relatif singkat karna jalur masih terbilang landai, kami butuh sekitar 20 menit saja, Antara Pos 1 sampai Pos 2 jalur mulai sedikit mendaki, namum tetap teduh diapit banyak pohon tinggi  di kanan kirinya. Dan antara Pos 2 ke Pos 3 barulah tanjakan terus menerus yang harus dilalui. Kami membutuhkan waktu tempuh 2,5 jam. persis pukul 08.00 kami sampai di puncak tertingginya. bukan cuma 18.8.18. angka cantik kami sempurnakan dengan pukul 08.00.

Gunung Prau Jalur Dieng

Hampir Sampai Puncak 

Puas berfoto di puncak tertingginya, kami turun menyusuri bukit teletubbis nya, beberapa bukit yang lebih miripdengan bukit teletubbis banyak terdapat di puncak prau, hamparan bunga daisi bermekaran mempercantik puncak prau di musim kemarau. Banyak pendaki bermalam di puncak sejak 16 Agustus, memgadakan upacara bendera. Dan yang mulai mendaki tanggal !7 agustus berharap masih berada dipuncak hingga bertemu tanggal cantik 18.8.18. Pendakian kali ini ramai sekali.

Menikmati Kopi panas di hamparan rumput di temani mekarnya bunga daisi, berfoto dengan Bendera raksasa yang di bawa oleh rombongan pendaki lain. Alhamdulillah, masih diberikan kesehatan hingga dapat meikmati ciptaanNya berupa hamparan padang rumput indah sejauh mata memandang di puncak Prau. Jangan lupa, semua sampah yang kita produksi selama pendakian harus kita bawa kembali.

Gunung Prau Jalur Dieng
Puncak Tertinggi Gunung Prau

Tak lama sesudah puas mengabadikan pemandangan puncak Gunung prau di tanggal 18.8.18, dan menghangatkan perut, kamipun turun. Jalur yang support di susuri sambil berlari kecil, kami tempuh dengan cara berlari sebelum dengkul dan pergelangan kaki terasa nyeri, hahaha faktor Usia nggak bisa dibohongi, Walhasil sayapun berkali kali tertinggal, dengan beberapa pelari didepan. Sampai di pos bawah butuh waktu sekitar 1,5 jam saja.

Melapor di Pos kalau kami sudah sampai kembali dengan selamat. Menyetorkan semua sampah yang kami bawa dari  atas. Ada sayembara yang di lakukan di moment kemerdekaan kali ini, siapa yang berhasil membawa sampah sebanyak 10 kg. akan mendapatkan gratis biaya mendaki selanjutnya.  Usaha kecil yang berdampak besar, bukan sekedar masalah 10.000 harga tanda masuk gunung Prau jalur Dieng, tapi lebih kepada kepedulian menjaga kelestarian alam.

Gunung Prau jalur Dieng di tanggal cantik 18.8.18,  saya dipertemukan  dengan jiwa - jiwa yang peduli pada alam, pada cintanya kepada tanah air, pada empati. mungkin itu juga salah satu sebab banyak pendaki terus ingin kembali, berjumpa dengan sesama pendaki yang punya kepedulian yang sama. selain tujuan utama memaknani, semua CiptaanNYA.




You May Also Like

2 komentar

  1. Kemarin saya juga 16-19 Agust ke Prau,cuma pengalaman saya lebih drama,melewati malam di puncak di terjang badai pasir. Menyedihkan..

    Loh,kok kita ga ketemunya disana. Kemarin saya via Patak banteng

    BalasHapus
  2. Waah seru kalo ketemu yaa. Itu foto pas di puncak tanggal 18. Iya denger ada badai pasir. Awalnya mau lewat patak banteng, tapi mengingat bawa anak 6 tahun, urung lewat sana. Kalau jadi tulisan pasti lebih drama yaa pengalamannya.

    BalasHapus